ASKEP EPILEPSI PADA ANAK PDF

Leaflet Poli Anak Epilepsi – Download as Word Doc .doc), PDF File .pdf), Text File ASKEP JIWA KOMUNITAS BAYU DENGAN . terhadap. kejadian. kejang epileptic yang berdampak pada aspek neurologis, psikologis. ASKEP HIDROSEPHALUS, KEJANG DEMAM DAN EPILEPSI. ASKEP HIDROSEPHALUS, KEJANG Format Pengkajian Anak Epilepsi. keperawatan anak. Ketika mengobati anak dengan demam dan kejang epilepsi, dokter sebenarnya . Pada anak-anak dengan kejang kompleks, diagnosis banding yang lain.

Author: Tygosida Kagataxe
Country: Bolivia
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 20 February 2014
Pages: 470
PDF File Size: 5.41 Mb
ePub File Size: 9.63 Mb
ISBN: 394-3-90675-593-1
Downloads: 92034
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Moll

Station Epilepsi iuooooooFull description. Leaflet Epilepsi leaflet epilepsi. Tutorial Epilepsi tutorialFull description. Epilepsi Leaflet Full description. Referat epilepsi epilepsi, pegobatan, penghentian. Latar Belakang Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Pada dasarnya epilepsi merupakan suatu penyakit Susunan Saraf Pusat SSP yang timbul akibat adanya ketidak seimbangan polarisasi listrik di otak.

Ketidak seimbangan polarisasi listrik tersebut terjadi akibat adanya fokus-fokus iritatif pada neuron sehingga menimbulkan letupan muatan listrik spontan yang berlebihan dari sebagian atau seluruh daerah yang ada di dalam otak.

Epilepsi sering dihubungkan dengan disabilitas fisik, disabilitas mental, dan konsekuensi psikososial yang berat bagi penyandangnya pendidikan yang rendah, pengangguran yang tinggi, stigma sosial, rasa rendah diri, kecenderungan tidak menikah bagi penyandangnya. Sebagian besar kasus epilepsi dimulai pada masa anak-anak.

Laporan WHO memperkirakan bahwa rata-rata terdapat 8,2 orang penyandang epilepsi aktif di antara orang penduduk, dengan angka insidensi 50 per Angka prevalensi dan insidensi diperkirakan lebih tinggi di negara-negara berkembang.

Epilepsi dihubungkan dengan angka cedera yang tinggi, angka kematian yang tinggi, stigma sosial yang buruk, ketakutan, kecemasan, gangguan kognitif, dan gangguan psikiatrik. Pada penyandang usia anak-anak dan remaja, permasalahan yang terkait dengan epilepsi menjadi lebih kompleks. Penyandang epilepsi pada masa anak dan remaja dihadapkan pada masalah keterbatasan interaksi sosial dan kesulitan dalam mengikuti pendidikan formal.

Mereka memiliki risiko lebih besar terhadap terjadinya kecelakaan dan kematian yang berhubungan dengan epilepsi. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana dampak epilepsi terhadap berbagai aspek kehidupan penyandangnya. Masalah yang muncul adalah bagaimana hal tersebut bisa muncul, bagaimana manifestasinya dan bagaimana penanganan yang dapat dilakukan untuk kasus ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam.

Epi,epsi terhadap penyakit ini bukan saja menyangkut penanganan medikamentosa dan perawatan belaka, namun yang lebih penting spilepsi bagaimana meminimalisasikan dampak yang muncul akibat penyakit ini bagi aank dan keluarga maupun merubah stigma masyarakat tentang penderita epilepsi.

Pemahaman asjep secara menyeluruh sangat diperlukan oleh seorang perawat sehingga nantinya dapat ditegakkan asuhan keperawatan anal tepat bagi klien dengan epilepsi. Rumusan Masalah Bagaimanakah konsep teori dan asuhan keperawatan yang tepat pada epilepsi? Tujuan Umum Mahasiswa mengetahui bagaimana konsep teori serta asuhan keperawatan yang tepat untuk klien dengan epilepsi.

Mahasiswa megetahui definisi Epilepsy.

Mahasiswa epjlepsi etiologi Epilepsi. Mahasiswa megetahui patofisiologi Epilepsy. Mahasiswa mengetahui klasifikasi kejang pada Epilepsy. Mahasiswa megetahui manifestasi klinis dan perilaku pada Epilepsy. Mahasiswa megetahui pemeriksaan diagnostic pada Epilepsy.

askep epilepsi – PDF Free Download

Mahasiswa megetahui penatalaksanaannya Epilepsy 1. Mahasiswa megetahui pencegahan pada Epilepsy. Mahasiswa mengetahui pengobatan pada Epilepsy. Mahasiswa mengetahui prognosis pada Epilepsy. Mengetahui asuhan keperawatan yang tepat pada klien yang menderita Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang definisi Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang etiologi Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang patofisiologi Epilepsy.

  AGILENT 33220A MANUAL PDF

Menambah pengetahuan mahasiswa tentang klasifikasi kejang pada Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang manifestasi klinis dan perilaku pada Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang pemeriksaan diagnostik Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang penatalaksanaan Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan Epilepsy.

Menambah pengetahuan mahasiswa tentang pengobatan Epilepsy. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang prognosis Epilepsy. Memberi pengetahuan tentang Web of caution WOC pada epilepsy 1. Memberi pengetahuan tentang asuhan keperawatan yang tepat pada klien yang menderita epilepsi.

Definisi Epilepsi merupakan sindrom yang ditandai oleh kejang yang terjadi berulang- ulang.

Lp Epilepsi Pada Anak Pdf

Diagnose ditegakkan bila seseorang mengalami paling tidak dua kali kejang tanpa penyebab Jastremski, Epilepsi adalah penyakit serebral kronik dengan karekteristik kejang berulang akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan bersivat reversibel Tarwoto, Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang wpilepsi reversibel dengan berbagai etiologi Askeo, Epilepsi adalah sindroma otak kronis dengan berbagai macam etiologi epielpsi ciri-ciri timbulnya serangan paroksismal dan berkala akibat lepas muatan listrik naak otak secara berlebihan dengan berbagai manifestasi klinik dan laboratorik.

Etiologi Penyebab pada kejang epilepsi sebagian besar belum diketahui idiopatiksering terjadi pada: Faktor etiologi berpengaruh terhadap penentuan prognosis. Penyebab utama, ialah epilepsi idopatik, remote simtomatik epilepsi RSEepilepsi simtomatik akut, dan epilepsi pada anakanak yang didasari oleh kerusakan otak pada saat peri- atau antenatal.

Dalam klasifikasi tersebut ada dua jenis paada menonjol, ialah epilepsi idiopatik dan RSE. Dari kedua tersebut terdapat banyak etiologi dan sindrom yang berbeda, dpilepsi dengan prognosis epilepzi baik dan yang buruk. Dipandang dari kemungkinan terjadinya bangkitan ulang pasca-awitan, definisi neurologik dalam kaitannya dengan askel saat awitan mempunyai nilai prediksi sebagai berikut: Secara keseluruhan resiko untuk terjadinya bangkitan ulang tidak konstan.

Sebagian besar kasus menunjukan bangkitan ulang dalam waktu 6 bulan pertama. Perubahan bisa terjadi pada awal saat otak janin mulai berkembang, yakni pada bulan pertama dan kedua kehamilan. Dapat pula diakibatkan adanya gangguan pada ibu hamil muda seperti infeksi, demam tinggi, kurang gizi malnutrisi yang bisa menimbulkan bekas berupa kerentanan untuk terjadinya kejang.

Proses persalinan yang sulit, persalinan kurang bulan atau telat bulan serotinus mengakibatkan otak janin sempat mengalami kekurangan zat asam dan ini berpotensi menjadi ”embrio” epilepsi. Patofisiologi Otak merupakan pusat penerima pesan impuls sensorik dan sekaligus merupakan pusat pengirim pesan impuls motorik. Otak ialah rangkaian berjuta-juta neuron.

Pada hakekatnya tugas neuron ialah menyalurkan dan anka aktivitas listrik saraf yang berhubungan satu dengan yang lain melalui sinaps.

Dalam sinaps terdapat zat yang dinamakan neurotransmiter. Asetilkolin dan norepinerprine ialah neurotranmiter eksitatif, sedangkan zat lain yakni GABA aakep bersifat inhibitif terhadap penyaluran aktivitas listrik sarafi dalam sinaps. Bangkitan epilepsi dicetuskan oleh suatu sumber gaya listrik di otak yang dinamakan fokus epileptogen. Dari fokus ini aktivitas listrik akan menyebar melalui sinaps dan dendrit ke neron-neron di sekitarnya dan demikian seterusnya sehingga seluruh belahan hemisfer otak dapat mengalami muatan listrik berlebih depolarisasi.

  ABB AC800M MANUAL PDF

Dari belahan hemisfer yang mengalami depolarisasi, aktivitas listrik dapat merangsang substansia retikularis dan inti pada talamus yang selanjutnya akan menyebarkan impuls-impuls ke belahan otak yang lain dan dengan demikian akan terlihat manifestasi kejang umum yang disertai penurunan kesadaran.

Selain itu, epilepsi juga disebabkan oleh instabilitas membran sel saraf, sehingga sel lebih mudah mengalami pengaktifan. Hal ini snak karena adanya influx natrium ke intraseluler.

Jika natrium yang seharusnya banyak di luar membrane sel itu masuk ke dalam membran sel sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ion yang mengubah keseimbangan asam-basa atau elektrolit, yang mengganggu homeostatis kimiawi neuron sehingga terjadi kelainan depolarisasi neuron. Gangguan keseimbangan ini menyebabkan peningkatan berlebihan neurotransmitter aksitatorik atau deplesi neurotransmitter inhibitorik.

Kejang terjadi akibat lepas muatan paroksismal yang berlebihan dari sebuah fokus kejang atau dari jaringan normal yang terganggu akibat suatu keadaan patologik. Aktivitas kejang sebagian bergantung pada lokasi muatan yang berlebihan tersebut. Lesi di otak tengah, talamus, dan korteks serebrum kemungkinan besar bersifat apileptogenik, sedangkan lesi di serebrum dan batang otak umumnya tidak memicu kejang. Di tingkat membran sel, sel fokus kejang memperlihatkan beberapa fenomena biokimiawi, termasuk yang ahak Perubahan-perubahan metabolik yang terjadi selama dan segera setelah kejang sebagian disebabkan oleh meningkatkannya kebutuhan energi akibat hiperaktivitas neuron.

Selama kejang, kebutuhan metabolik secara drastis meningkat, lepas muatan listrik sel-sel saraf motorik dapat meningkat menjadi per detik. Aliran darah otak meningkat, demikian juga respirasi dan glikolisis jaringan.

Asetilkolin muncul di cairan serebrospinalis CSS selama dan setelah kejang.

Asam glutamat mungkin mengalami deplesi proses berkurangnya cairan atau darah dalam tubuh terutama karena pendarahan; ana yang diakibatkan oleh epulepsi cairan tubuh berlebihan selama aktivitas kejang. Secara umum, tidak dijumpai kelainan yang nyata pada autopsi. Bukti histopatologik menunjang hipotesis bahwa lesi lebih bersifat neurokimiawi bukan struktural.

Belum ada faktor patologik yang secara konsisten ditemukan. Kelainan fokal pada metabolisme kalium dan asetilkolin dijumpai di antara kejang. Fokus kejang tampaknya sangat peka terhadap asetikolin, suatu neurotransmitter fasilitatorik, fokus-fokus tersebut lambat mengikat dan menyingkirkan asetilkolin.

Berdasarkan letak focus epilepsi atau tipe bangkitan 1. Epilepsi partial lokal, fokal 1 Epilepsi parsial sederhana, yaitu epilepsi parsial dengan kesadaran tetap normal Dengan gejala motorik – Fokal motorik tidak menjalar: Disebut juga epilepsi Jackson.

Dengan gejala psikis gangguan fungsi luhur – Disfagia: Mungkin mendadak mengingat suatu peristiwa di masa lalu, merasa seperti melihatnya lagi.

Serangan parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran: Dengan gejala parsial sederhana A1-A4. Gejala-gejala seperti pada golongan A1-A4 diikuti dengan menurunnya kesadaran. Yaitu gerakan-gerakan, perilaku yang timbul dengan sendirinya, misalnya gerakan mengunyah, menelan, raut muka berubah seringkali seperti ketakutan, menata sesuatu, memegang kancing baju, berjalan, mengembara tak menentu, dll.

Dengan penurunan kesadaran sejak serangan; kesadaran menurun sejak permulaan kesadaran. Epilepsi parsial sederhana yang berkembang menjadi bangkitan umum. Epilepsi parsial kompleks yang berkembang menjadi bangkitan umum.